Kamis, 20 desember 2012 18.24
Aku masih tepat terduduk diatas hamparan sajadah biru kala magribh
ini,
membisu sejenak untuk membiarkan waktu terus berjalan apa adanya
seraya memanjatkan puja dan puji pada-Nya.
setelah ku celotehkan suara hatiku pada Tuhanku (Allah SWT),aku
harus memaksakan diri menundukan wajahku, memfokuskan pada titik keletihan
jiwa. Lalu aku masuki sisi ruang memoriku yang baru saja terisi gambaran baru
tentangku, tentang perilaku-ku, tentang persepsi-ku, dan semua tentang keadaan
saat ini.
kalau boleh aku jujur, separuh pergerakan hatiku mengguncang perih
langsung pada bathin ini. namun meski begitu namamu harum dalam hidupku.
wahai engkau
perempuan yang ku cinta...
aku slalu punya sejuta simpanan cinta dan sayang untuk mu, sama hal
nya aku mempunyai sejuta impian untuk membahagiakanmu selagi kau bisa melihat
aku tumbuh menjadi perempuan yang lebih dewasa.
wahai engkau
perempuan yang ku sayang ...
aku slalu berusaha memberikan suatu kebanggan untukmu . janganlah
engkau jemu dengan semua kebodohan yang pernah kau saksikan selama aku hidup
dengan mu.
wahai engkau
perempuan yang dikasihi Allah...
aku ingin engkau menyayangi aku layaknya engkau menyayangi dirimu
sendiri. Karna aku begitu menyayangimu lebih dari aku menyayangi diriku.
wahai engaku
perempuan tangguh ...
aku hanya tak ingin kau menjauhi aku hanya karna kesalahanku, aku
tak ingin menggoreskan banyak luka dihatimu . Kalaupun kau merasakan semua itu,
semoga kau memaafkanku atas semua kesalahanku selama 19 tahun ini...
wahai engkau perempuan terhebat ...
maafkan aku belum bisa sempurna menjadi apa yang kau harapkan selama
ini, percayalah aku akan mengejar harapan mu sampai engkau bisa tersenyum
lapang padaku.
Aku inginkan senyummu, senyummu pelepas gundah hatiku...
Maka TERSENYUMLAH PEREMPUANKU...
( Diakhir Solat Maghrib ku )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar